Rabu, 13 Desember 2017

Mengapa Humas Begitu Penting?


Related image

tugas biro konsultasi pr - Untuk mereka yang masih tetap pemula, pertanyaan ini mungkin perlu dikemukakan agar terbangun persepsi yang benar mengenai apakah itu yang dimaksud Humas (= Hubungan Orang-orang) atau dalam arti berbahasa Inggeris dimaksud Public Relations (PR).

Perubahan jaman yang diikuti perubahan sosial politik dan terbangunnya organisasi, baik oranisasi swasta ataupun organisasi dibawah naungan pemerintah maka beberapa masalah berkait dengan kemasyarakatan makin kompleks. Tidak dapat sekali lagi sebuah organisasi berdiri dan melakukan aktivitasnya hanya pikirkan kebutuhan sepihak. Bila inginkan keberhasilan di masa datang maka komponen khalayak atau orang-orang sebagai publiknya jadi perlu untuk di perhatikan.

Berhasil suatu organisasi telah barang pasti disertai berhasil membuat rekanan dengan semua komponen yang ikut serta dalam sebuah system yang ditempuh, baik dengan internal ataupun eksternal. Misalnya saja, sebuah perusahaan juga akan senantiasa memperhatikan “suara” atau “tanggapan/komentar” dari beberapa customer atau pelanggannya. Ini penting karena bagaimana juga suatu product/jasa yang sudah diberi juga akan senantiasa direspons oleh pemakainnya.

Sekian perihal dalam organisasi pemerintah (birokrasi), service pada umum jadi aspek yang perlu diamati. Terutama dalam pekerjaan pokok dan peranan dengan umum kalau beberapa birokrat berperan utama jadi pelayan orang-orang. Product kerja berbentuk jasa yang sudah diberi pada khalayak luas jadi layak di perhatikan, dalam pengertian kalau sejauhmana service sudah dapat penuhi keinginan dan keperluan khalayaknya.

Dalam pengetahuan komunikasi, tanggapan yang terjadi umum dikatakan sebagai masukan (umpan balik) yang nanti jadi bahan input (input) dan pelajari dalam rencana melindungi kelangsungan organisasi ke depan. Masukan menurut Effendy (1997 : 19) adalah respon komunikan jika tersampaikan atau di sampaikan pada komunikator. Ada masukan ini mengisyaratkan kalau komunikasi sudah berjalan dengan seimbang, tersambung komunikasi dua arah/timbal-balik hingga beberapa masalah yang dihadapi umum atau customer/pemakai jasa dapat di ketahui untuk lalu perlu di sampaikan keterangan hingga selanjutnya terjadi pemahaman/pengertian dengan (common understanding).

Itu penyebabnya maka sub-unit organisasi yang dimaksud Humas jadi penting dipunyai di setiap lingkungan kerja baik swasta ataupun di lingkungan pemerintah. Kehadiran Humas jadi jembatan atau penghubung pada organisasinya dengan umum jadi pemakai product/jasa, terlebih apabila terjadi respon berbentuk tanggapan atas semua kesibukan ataupun product kerja yang sudah dilakukan/didapatkan dari organisasi/perusahaan (peranan eksternal). Sekian perihal untuk mempersolid kehadiran organisasi, maka beberapa pekerja di bagian kehumasan bertugas melindungi harmonisasi (peranan internal) hingga system dan mekanisme kerja jadi kondusif untuk menjangkau maksud organisasi.

Lihat juga : kelebihan dan kekurangan corporate pr

Humas dan kekuatan merubah image

Merunut perubahannya dari sekian waktu, terlebih tempat Humas dalam sebuah organisasi terutama dalam naungan pemerintah di Indonesia nyatanya cukup alami gunakan surut. Dalam pengertian kalau kehadiran Humas dalam organisasi pemerintah di masa ordebaru tidak lebih jadi “corong pemerintah” yang beraktivitas komunikasi dan penebaran info (hanya) untuk penuhi kebutuhan birokrasi tersebut. Ini dapat dipahami mengingat system politik yang masih tetap relatif otoritarian memang menginginkan keadaan sekian.

Masuk masa reformasi (yang saat ini masih tetap berproses) pemenuhan kebutuhan sepihak tidak layak sekali lagi dilakukan. Meskipun kehadiran Humas dibawah naungan susunan birokrasi walau demikian perspektif ilmu dan pengetahuan (pengetahuan kehumasan) yang berbentuk netral dan berlaku universal jadi pilihan. Ini sesuai tuntutan reformasi salah satunya berbentuk pentingnya merujuk pada demokratisasi, supremasi hukum, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

Bersamaan perubahan jaman dan dinamika sosial politik yang diikuti hadirnya tehnologi info dan komunikasi (TIK) maka masalah yang dihadapi suatu organisasi, baik swasta ataupun pemerintah maka beberapa masalah yang terjadi makin kompleks. Sering di dalam kehidupan orang-orang yang makin cerdas dan gawat kadang-kadang respon keluar ke permukaan atas sebuah kesibukan yang sudah dilakukan oleh organisasi.

Timbulnya respon atau dapat dimaksud tanggapan ini bila tidak dikelola/dimenej dengan seimbang dan dilakukan oleh tenaga profesional sangat mungkin saja juga akan beresiko lebih luas. Mengutip makalah Nadimah, Dra, MBA, dalam Rapat Koordinasi Bagian Kehumasan di Malang (27/4/2014) dijelaskan kalau kesibukan setiap organisasi juga akan menghasilkan kesan (image). Kesan jelek dapat terjadi seperti : ketidakpedulian, prasangka jelek, sikap melawan, dan apatis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact us

Nama

Email *

Pesan *